Saturday, 21 November 2009

Hardisk

Defrag Hardisk Secara Otomatis

hardisk

Jika kita sering melakukan proses Defrag maka akan lebih efisien lagi jika kita mengatur agar hardisk dapat melakukan Defrag secara otomatis, sehingga disaat komputer sedang menyala dan tidak dipakai (idle) maka hardisk akan melakukan proses defrag dengan sendirinya. Ini jelas sangat menghemat waktu dan listrik.

Defrag adalah proses mengatur / merapihkan data yang ada didalam hardisk sehingga pada saat komputer akan mengambil data dari hardisk maka tidak memerlukan waktu yang lama karena datanya sudah rapi. Efeknya performa komputer menjadi meningkat.

Pengaturan dilakukan melalui Registry editor / regedit. Oleh karena itu sebelum melakukan trik ini sangat disarankan untuk membuat backup registry editor / cadangan registry editor. Hal ini sangat berguna untuk menghindari komputer menjadi error / macet akibat ada kesalahan dalam prakteknya.

Adapun langkah-langkahnya sebagai berikut:

* Klik Start – Run…, kemudian ketik: regedit.
* Masuk ke menu HKEY_LOCAL_MACHINE \ SOFTWARE \ Microsoft \ Windows \ CurrentVersion \ OptimalLayout
* Klik kanan pada menu OptimalLayout, lalu pilih New – DWORD Value. Beri nama EnableAutoLayout
* Pada jendela sebelah kanan, klik ganda EnableAutoLayout
* Pada Value data, ubah angka 0 menjadi 1. Jika sudah, klik OK
* Restart komputer.


Defrag Hardisk Secara Otomatis

hardisk

Jika kita sering melakukan proses Defrag maka akan lebih efisien lagi jika kita mengatur agar hardisk dapat melakukan Defrag secara otomatis, sehingga disaat komputer sedang menyala dan tidak dipakai (idle) maka hardisk akan melakukan proses defrag dengan sendirinya. Ini jelas sangat menghemat waktu dan listrik.

Defrag adalah proses mengatur / merapihkan data yang ada didalam hardisk sehingga pada saat komputer akan mengambil data dari hardisk maka tidak memerlukan waktu yang lama karena datanya sudah rapi. Efeknya performa komputer menjadi meningkat.

Pengaturan dilakukan melalui Registry editor / regedit. Oleh karena itu sebelum melakukan trik ini sangat disarankan untuk membuat backup registry editor / cadangan registry editor. Hal ini sangat berguna untuk menghindari komputer menjadi error / macet akibat ada kesalahan dalam prakteknya.

Adapun langkah-langkahnya sebagai berikut:

* Klik Start – Run…, kemudian ketik: regedit.
* Masuk ke menu HKEY_LOCAL_MACHINE \ SOFTWARE \ Microsoft \ Windows \ CurrentVersion \ OptimalLayout
* Klik kanan pada menu OptimalLayout, lalu pilih New – DWORD Value. Beri nama EnableAutoLayout
* Pada jendela sebelah kanan, klik ganda EnableAutoLayout
* Pada Value data, ubah angka 0 menjadi 1. Jika sudah, klik OK
* Restart komputer.


blog



  1. Have a Consistent URL
    The identity you create for your blog lies in the URL. Once you decide on a URL for your blog, do not ever change it. Every time you change it you need to popularize your blog all over again. Besides, the technical problem is that the search engines and articles that reference posts in your blog have links to the older URL and it can create a lot of confusion and hence lost readership. Choose your URL carefully and stick to it.

  2. Choice of subject to blog about
    Choose the subject of your blog with care and consideration. Your blog should mirror your passion and knowledge on the subject. Identify whether you will be able to consistently post on the subject. Some topics that are search engine friendly and that never really die out are technology blogs, product related blogs, city centric blogs and money making blogs. There is always news to give your readers and also there are a lot of points to discuss on. More challenging blogs to write are blogs on thoughts, ideas, short stories, poems. In these blogs you have to be able to provide self- driven original content whereas in the previous kind there are other websites from where you can draw inspiration and ideas.

  3. High Quality Content can get hard to produce consistently
    Posting quality content consistently keeps your readers engaged and makes them come back for more. In the initial days posting is easy since you will have a lot of ideas in your mind. However, delivering high quality content to your readers day after day gets tougher as time progresses and ideas dry up. You need to keep innovating and ideating constantly.

  4. Marketing your blog is hard work
    Once you have content in your blog, its time to tell the world. The challenge is – ‘How do you tell prospective readers that your blog has what they are looking for?’ Social networking sites like stumbleupon, orkut, twitter, facebook and a zillion other websites are breeding grounds for finding prospective readers. Building your network can be a time consuming, never ending task, but it doesn’t end there, you need to make the effort to make your network aware of your blog. The benefits can only be exponential. Getting them to post comments is a completely different ball game.

  5. Technical know how is required
    Lack of technical know-how can hinder you from tweaking your blog and giving it the finesse and feel that you envisaged for your blog. Serious bloggers will have to dabble with HTML, JavaScript and so on. It is this technology that can give the blog the uniqueness, user-friendliness and functionality that makes it stand out. Be prepared to invest some time in learning web technologies. Being search engine savvy can go a long way in getting the traffic that you are looking for.

  6. Research, Read, Reflect
    Every post is a brand new post. Don’t be surprised that you would have to regularly research on your topic, as there is always something new out there. Read what others have to say and reflect. It involves a lot of hard work, patience, persistence to read content, assimilate and formulate your own content. At times, you should be ready to dig deep within your self.

  7. Expect to ride an emotional roller coaster
    Do not expect an easy ride when you blog. You can put in a lot of hard work and then realize that nobody is commenting on your post and on the other hand you will write a one liner and you will have the whole world talking about it. You will have days when you will be banging your head against the wall wondering what to post about and then there will be days you have so many ideas in your head that you don’t know where to start. So be ready to enjoy the ride.

  8. Be prepared to sacrifice something in life
    Since all this hard work is going to use up your time, you have to be prepared to give up something. For those that have a full time job – your personal life or work life is going to take a hit. Maybe some of your other hobbies or interests will get affected. So you need to decide carefully on the things in life that you are ready to forego in order to become successful as a blogger.

php

Minggu – minggu awal saya masuk program lintas jalur di PENS-ITS, saya menemukan dosen – dosen muda yang begitu enerjik dan menyenangkan. Meskipun telah mengajar sejak pagi, nampak kecerahan di wajah beliau tetap ada. Semangat mengajar juga tidak berkurang..

C

C

Ada sebuah mata kuliah lama yaitu Object Oriented Programming (OOP) yang saya dapat kembali. Bedanya kalau sewaktu D3 saya pakai bahasa C++, sekarang yang dipakek adalah Java. Dosen pengajarnya bernama Ibu Umi Sa’adah, yang tak lain adalah senior tua saya di SMA 2 Jombang. Dosen yang satu ini begitu semangat mengajar kami. Begitu cepat dan tegas menerangkannya. Konsep dasar pemrograman sepertinya memang sudah jadi makan sehari – hari, sampai hafal banget.

php

php

Saya pikir, ini adalah kelas konsentrasi saya yang pertama, dimana ketika beliau menerangkan, tidak ada monitor PC yang boleh dinyalakan kecuali monitor laptop beliau dan LCD proyektor. Satu kalimat beliau yang tidak kita dengarkan atau terlewati sangat berharga rasanya. Konsep dasar yang sudah saya hafal menjadi kian terasah. Dulu saya lebih banyak otodidak daripada bertanya ke dosen sewaktu D3, tapi sekarang konsep tersebut jadi lebih matang karena setiap konsepnya dijelaskan dengan detil karakteristik dan penggunaannya.

java

java

Saya yang dulunya pernah nyambi jd tukang bikin program di web pakek PHP dan desktop pakek VB 6, jadi kangen ngoding lagi. Apalagi sekarang posisi pekerjaan saya nggak ngoding lagi.. Tapi meskipun kangen gitu, saya tetap saja belum bisa ngeluangin waktu belajar sendiri karena pagi sudah di kantor dan malem baru plg kuliah, itupun masih ngerjain tugas – tugas.

Yah semoga malam – malam berikutnya saya nyisahin waktu buat ngoding, tidur harus dikurangin lagi neh..huh, kacian banget aq ini. Eh, tapi inilah perjuangan, konsekuensi untuk kerja n kuliah harus tetap dijalankan, tidak boleh berat sebelah karena keduanya adalah tanggung jawab. Berilah kekuatan hamba-Mu ini ya Allah..

The MySQL Model

The MySQL Model

DolphinI have always considered MySQL as the best model for open source companies. Their approach to the market, the execution of different business models, their relation with the community or the way their work internally as a virtual organization have shown an innovative and successful example of how an IT company in the 21st century can be managed.

The agreement with Sun, announced last January, was the crowning point of all the efforts put in the company since the beginning, proving the success of their innovative model. Since then I have been trying to put some order in my ideas about their model and summarize them in a few blocks that could serve as a quick guide to emulate their success. I discussed my ideas with Henrik Ingo, a friend of mine who joined MySQL recently, and he has helped greatly bringing his experience and insights on the matter. Here are the 10 points that resulted from our discussion about the MySQL model:

1) Market focus

Ignacio: Most open source startups face a similar dilemma when going to market. Should they become the open source, cheap alternative to the expensive, overfunctional and well-established competitors? Or should they do things differently and focus on unattended needs or new users? The first option is usually the easiest way because the market and conditions are already defined. MySQL chose the second option, riskier but more exciting and fun. Instead of competing directly with IBM, Oracle, and Microsoft in the
high end database market, it cleverly focused on the new flourishing markets of the Internet applications. Mårten is insisting on this point at every chance he gets with his motto “The Best Online Database”. It was a risky bet then but now MySQL is definitely the Web 2.0 database, and from their huge user base there have arisen some large customers, such as Google, Youtube or Yahoo!, with massive deployments and great success cases.

Henrik: Mårten always says that MySQL shouldn’t be a technology driven and not even a customer driven company, but market driven. It took me a long time to understand what that means – especially that being too focused on your current customers could potentially be a bad thing too. By focusing on a new and rapidly growing market, you don’t have to compete against any incumbents, and better yet, by just keeping your market share you are growing every year. Most importantly, MySQL has in fact been part of defining the Web and Web2.0 markets – not just playing the game by its rules but creating the rules!

2) Revenue model

Ignacio: MySQL is definitely one of the pioneers in the difficult task of making money with software that is free. During its 13-year history, the company has followed virtually all the known revenue models in the open source world. From a dual license for OEMs, to support, consulting and training services or the more recent subscription model, MySQL is continuously finding the optimal combination with the familiar and not-so-familiar models.

Henrik: Being different is hard enough (most people just lack the imagination required) but being different and still profitable, this is one of the hardest things in this list I think. From the outside most people don’t realise how much experimentation and development is put into the business model. It seems like from the start MySQL has tried a new business model each year.

For instance, MySQL wasn’t even GPL’d before 2001 (I think). Before that Monty and David used a system where Linux users got it for free but Windows users should pay. More like shareware than pure Open Source I guess? When changing to GPL the revenues dropped to a fifth of what they were previously (as many Windows users stopped paying). Yet, soon thereafter revenues grew faster than ever before – it turned out to be the right thing to do.

Kaj always likes to say that MySQL is like building an airplane and flying it at the same time.

3) Marketing and sales model

Ignacio: I must admit I am not an expert in this field but I think it is not too hard to realize that MySQL’s sales model differs substantially from other more traditional IT companies. The thing that marvels me the most is the intensive use of the Internet to find leads, to strengthen the word-to-mouth effect of the community, to tightly coordinate with partners or to increase awareness of MySQL’s capabilities, for example with their free on-line seminars. Well, this should be natural for any open source company, but it is not easy to align the views of the marketing and sales team with a virtual, collaborative model.

Some time ago, somewhere, I read that MySQL spends only 10% of its annual budget in marketing, whereas Microsoft spends 50% (I might be wrong in the exact amounts, so don’t use this as a reference). On the other hand, MySQL’s revenue has been doubling every year, whereas MS’s increase has been around 10%. I know they are not comparable companies, and that it is harder to double your size when you are a $50 Bn company than when your revenue is 1,000 times lower. But still, it is undoubtedly clear that MySQL’s marketing expenditure is far more effective than MS’s.

4) Distribution and integration with other technologies

Henrik: As long as I can remember, MySQL always was there – and there are many angles here.

Basically in the Open Source and/or Linux world the battle was between 2 players, MySQL and PostgreSQL. However, MySQL (until some years ago) was the only alternative that was also available for Windows. And when 90% of Web servers were running Linux but 90% of web developers used Windows at home, MySQL was their favorite choice. And remember, they used modems, so most of the time the developer was disconnected from the server, so running MySQL, PHP and Apache also on Windows was a must to get things done. Most people I talk to don’t agree with this, but I think the availability on Windows may have been the decisive factor in MySQL becoming the nr 1 Open Source and Web database.

Then MySQL was also the choice of most web hotels. In fact, in 2001 or so I was a Postgres fan and did all DB development on Postgres. But then I had to make some projects where the database was going to be hosted by a web hotel, and it turned out all of them just offered MySQL and very few had Postgres. So I had to start using MySQL, and I was quite ok with that, but in the beginning it really was a choice that was done for me.

And then finally of course MySQL has been the default choice in so many CMS and other web applications, tutorials and so on, beginning with Perl and immediately after with PHP.

Ignacio: I totally agree. The integration with Windows helped decisively to enter the new market of web developers. Actually, the Windows version of MySQL still accounts for over 40 percent of the downloads, almost half of the total.

On the other hand, a lot of MySQL installations on Linux are not downloaded from the web site but come embedded in a distribution. In my opinion, the decision of releasing the code under the GPL helped greatly in getting integrated in every Linux distribution, fostering its adoption by the open source community and ultimately leading to the creation of the LAMP stack. The integration with Linux, Apache and PHP was the right choice, both from the technical and from the market point of view. Being in the middle of the LAMP stack (great name, by the way) gave instant and global visibility and it positioned MySQL immediately in the desired segment of the market.

5) Internal organization

Ignacio: The thing I admire the most in the MySQL model is that the whole organization works virtually. The way it is managed in every aspect with 70% of its employees working from home in around 30 different countries is just amazing. But I do think it is the way to go nowadays and MySQL is showing the path.

Six months ago I shared a dining table with Monty (one of MySQL’s founders) in a conference in Finland and he was eager to explain in detail the company’s internal organization as a virtual entity. The idea behind it is to be able to hire the best people in the world wherever they live. As Monty said, if someone is good, it’s worth doing anything to hire him/her, even if it means to increase complexity in the administration or to found a sister company in a new country just for that employee.

Many people think that the main idea behind a virtual company is to reduce structural costs. In fact I thought so before meeting Monty. But the truth, as he explained, is that costs stay in the same level that in a traditional organization, because people need to meet in person twice or thrice every year, and traveling becomes expensive. But you definitely get an increase in motivation and productivity, which, from the facts that I understood, can be estimated in at least a 15% increase.

Henrik: There is a thrilling story in the MySQL history book employees received this year, which is about MySQL’s first Non-Scandinavian employee, Sinisa from Belgrad, Serbia. Sinisa was on-call for support and was giving phone support to one of MySQL’s customers, a US defense contractor. The thrilling part of the story is, at the same time, US Navy Jets were dropping bombs into Belgrade!

But this story highlights the international and global nature of MySQL’s organisation at a very early stage already. This is of course not uncommon to any other Open Source project either.

6) HR policy

Henrik: One thing that struck me when starting to work for MySQL was he high level of seniority throughout all employees. When Monty says that the point of a virtual company is to hire the best people in the world – yes, they mean it. You could already see this when looking at the open job positions, Senior Engineer this, Architect that. As a rule, when people join MySQL they already have several years of experience, often from some other database company like Oracle or Sybase.

Recruiting is hard – I know that myself from my previous jobs. How do you know which are good? The obvious way obviously is that engineers are mostly hired from the Open Source community and often specifically the MySQL community itself, so they already have shown their talent publicly when they are hired. But there are many positions where this isn’t possible. Even in such cases it seems to me that a good way to get hired with MySQL has been to somehow be known already: Be related to someone, be a friend of someone, or even just being Scandinavian might help, anything. I also know of several cases where someone joining MySQL has previously been a customer.

Being a virtual company, it is my understanding that MySQL never hired people without meeting them though. This is important to understand, because it typically means the cost of a job interview will be hundreds of Euros due to flight tickets.

MySQL also seems to rely on the technique I’ve myself seen to work well, which is to have as many people as possible interview a candidate. On the other hand I don’t think there were any tests or such, at least for me there weren’t. Again, candidates were selected on the basis of already being known to be as good as they claim to be.

For HR policies I think MySQL was best known for its Scandinavian 5 week vacation applied worldwide. Of course, being a Scandinavian myself, there wasn’t anything special in it for me, but I think it again highlights an aspect of being a virtual company. While the employment legislation realities may be different across countries, MySQL tried to treat all nationalities equally. Indeed, in some countries people were employed but in some countries the employees were actually contractors. But internally you couldn’t tell which were which, contractors were never treated as “externals” or anything.

7) Partners ecosystem

Ignacio: We have been MySQL training partner for more than two years now. What we have learned from that experience is that the kind of relation you can get with MySQL as a partner is almost as feeling an integral part of the company itself. From the direct contact, close collaboration and share of revenue it is easy to realize that MySQL seeks a long-term relation with its partners, and it is ready to sacrifice some short-term profits in order to drive opportunities for its partners.

Moreover, the whole MySQL’s Conference & Expo is clearly an event especially organized to increase visibility for partners. It is really an ecosystem where you get the opportunity to grow and develop as a part of a bigger entity.

Henrik: Even for big companies having a good partner network is essential, nobody can do everything by themselves in this world. For a small company it is even more true, of course. One way to think of this is, when do you remember first thinking of MySQL as a significant player in the database world? I think for me it was 2000-2001. For some “significant” may have been later. Yet the company behind MySQL was ~10 persons in 2000 and ~100 in 2003. (And of course, by the more conservative standards, MySQL was too small to be significant even right until the Sun acquisition.) In fact what inspires me about MySQL is the fact it has been able to act as a global player with such a small team, providing consulting and training to customers around the world. This is not only thanks to the partners, but also a testament how Internet and globalisation in general has changed the world.

8) Development model

Ignacio: There are many ways to organize a community around an open source project, but they all require a strong leadership. MySQL chose to keep the development in-house, which is the natural decision in a company basing its business entirely on the product. It has the main advantages of keeping a standard coding style and avoiding copyright issues. On the other hand, by ensuring the openness of the code it gets quickly the main benefits of an open source project, namely bug reports, documentation and visibility. Moreover, a bunch of extra developments, such as connectors, UIs or patches, where coded by members of the community, which apart from completing the product became a good source for recruiting.

Henrik: This is an interesting topic right now, because it is also relevant to many other Sun projects. The fact is, MySQL is developed in-house to a higher degree, and we may in fact be missing out on something. Of course, the fact that the product is sold through a dual licensing model may deter some Community contributors, but in my understanding this is not a significant problem – most Open Source
contributors are quite ok with others making money out of your contributions anyway. In fact, there are patches out there at this very moment that we are not able to absorb for various reasons – so the problem is the exact opposite as you’d assume. The reasons are plentifold, legal (contributor agreement could be better), non-modular codebase and the fact that a lot of development talk tends to gravitate to company internal mailing lists.

I think a good benchmark for MySQL should be the Linux Kernel, of which there is a good whitepaper by the Linux Foundation. What are we missing out on? 14% of contributions from non-paid hobbyists is a good start. We should have at least that amount of community contributions too!

All this being said, the commercial driven development has been good for MySQL, and the product has benefited significantly from the growth of the business enabling the company to hire more great coders. In fact, the prime reason why the MySQL community is so small is that MySQL constantly kept hiring all community members – I’m sure we all agree this is a GOOD THING.

9) Relation with community

Ignacio: In spite of being a company, which sometimes raises mistrust in some community movements, MySQL has so far managed to keep a very good relation with the open source community. Even when it launched the Enterprise version, a closed fork of the database, it managed to explain well its decision and avoided a lot of critics. In my opinion, the reason it managed so well was because it kept a the same functionality available for both versions. There are other aspects that help explaining its good relation, such as the presence in the blogger ecosystem, the sponsoring of some contributors to present their developments at the MySQL Conference or the fluent communication between core developers and community. However, there is now a big challenge, as MySQL announced plans to publish some very demanded functionality only for paying customers. This is raising concerns in the community, even outrage, and can damage seriously their relation. Anyway, I am confident MySQL will listen to its users and get to a compromise solution good enough for everybody.

Henrik: For me personally this is an interesting part of being in Open Source business, the feedback and close ties with your users is so much stronger than it was in Pre-Internet times. So in effect a good manager in an Open Source company has to have some understanding and active practition even in issues like ethics and philosophy, and let’s be honest, also populism :-) The issues are not black and white or rational, but you do need to know how to live by them. Note by the way the strong language used by these otherwise quiet nerds! It’s like “cheating on your wife”: bad; “Doing closed source code”: unethical!

10) Time frame

Ignacio: Something many new entrepreneurs forget when trying to emulate the MySQL model is that its $1Bn value was not built in a day, but it took 13 years of hard work and step-by-step evolution. Of course there are examples of huge valuations in really young companies (Youtube, Facebook, Xensource, …), but for each success case there are thousands of failures. The way to really follow MySQL’s model, is about adding real value today, not about thinking of how to sell the company tomorrow.

Henrik: Even with MySQL there was an option to “get rich quick”. Monty, David and Allan were offered around 50M$ to sell the company during the dotcom bubble. While, according to Monty, it was hard to say no thanks to such amounts of money, they chose to continue looking for an investor that let them stay in control as majority owners. Now after the Sun deal, these guys are even richer than 50M$, but guess what – they intend to stay with their original mission: providing superior database technology available and affordable to all, now with an added boost from one of the biggest IT companies in the world.

You can find this same 10 points in Henrik’s blog.

Update by Henrik: We are getting some feedback regarding the factual correctness of my last point here, so I just want to point out that while these “during the bubble…” stories are always entertaining to hear, the real point is not how much money possibly was offered for MySQL, but rather that the founders were reluctant to sell away majority too early. One reason even being that it is hard being a revolutionary if you’re not even in control of your own business. (This point came up during an interview I did with Monty at the May 2008 Open Tuesday event in Helsinki last week, which I promise to blog about real soon now, honest…) The irony of course is that if “being a revolutionary” was the prime motivator, it is funny that in the end the founders ended up with even more money than a quick sell would have given them. This is a correlation I strongly believe in by the way (Linus Torvalds…).

Core 2 duo

Intel Core2Duo Wolfdale E8400 FSB 1333 6MB cache

Belum lama ini Intel merilis prosesor teranyarnya yg berbasis teknologi 45nm yaitu Intel Core 2 Duo E8000 series yang dilengkapi dengan FSB 1333 dan cache 6MB. Prosesor tersebut saat ini hadir dalam 3 varian yaitu E8200 (2.66ghz), E8400 (3.0ghz), dan E8500 (3.16ghz). Prosesor ini skrg juga telah hadir di Indonesia walaupun msh dlm jumlah yang terbatas.



Kebetulan saya menjadi salah seorang yang beruntung yang bisa mendapatkan salah satu prosesor ini (E8400). Daripada penasaran mari kita simak bagaimana performa prosesor ini dibanding dengan pendahulunya.



The Box, Packaging, and the Processor



Kali ini Intel menghadirkan prosesornya dengan packaging baru yang tampak lebih fresh, muda, dan dinamis. I like the box design..........



Local Area Network biasa disingkat LAN adalah jaringan komputer yang jaringannya hanya mencakup wilayah kecil; seperti jaringan komputer kampus, gedung, kantor, dalam rumah, sekolah atau yang lebih kecil. Saat ini, kebanyakan LAN berbasis pada teknologi IEEE 802.3 Ethernet menggunakan perangkat switch, yang mempunyai kecepatan transfer data 10, 100, atau 1000 Mbit/s. Selain teknologi Ethernet, saat ini teknologi 802.11b (atau biasa disebut Wi-fi) juga sering digunakan untuk membentuk LAN. Tempat-tempat yang menyediakan koneksi LAN dengan teknologi Wi-fi biasa disebut hotspot.

Pada sebuah LAN, setiap node atau komputer mempunyai daya komputasi sendiri, berbeda dengan konsep dump terminal. Setiap komputer juga dapat mengakses sumber daya yang ada di LAN sesuai dengan hak akses yang telah diatur. Sumber daya tersebut dapat berupa data atau perangkat seperti printer. Pada LAN, seorang pengguna juga dapat berkomunikasi dengan pengguna yang lain dengan menggunakan aplikasi yang sesuai.

Berbeda dengan Jaringan Area Luas atau Wide Area Network (WAN), maka LAN mempunyai karakteristik sebagai berikut :

  1. Mempunyai pesat data yang lebih tinggi
  2. Meliputi wilayah geografi yang lebih sempit
  3. Tidak membutuhkan jalur telekomunikasi yang disewa dari operator telekomunikasi

Biasanya salah satu komputer di antara jaringan komputer itu akan digunakan menjadi server yang mengatur semua sistem di dalam jaringan tersebut.

Antec Neo HE 550

Antec Neo HE 550



Antec Neo HE 550 adalah sebuah power supply SLI & CrossFire dengan tingkat efisiensi tinggi bagi konsumsi power. Perbandingan dengan 2 model power supply premium berbeda, Antec Neo HE 550 lebih hemat pada pemakaian daya listrik. Hal lain yang menunjukan power ini hemat energi adalah tidak banyak energi terbuang percuma dengan panas power supply dibawah 37 deg.C. Artinya Antec Neo HE 550 memang tidak membuang energi terlalu banyak untuk perubahan arus AC ke DC. Untuk kemampuan Antec Neo HE 550 untuk output sangat stabil, dan fluktuasi voltage dibawah angka 0.01V saja. Disain cable management untuk power supply akan membuat sebuah case terlihat lebih rapi. Antec Neo HE 550 mengunakan sistem universal current 100-240V, diharapkan dapat bertahan pada kondisi power listrik yang buruk. Antec Neo HE 550 tidak dikhususkan untuk pemakaiandual VGA dengan dual output power untuk PCIe, tetapi dapat juga digunakan bagi single VGA. Bagi anda yang ingin memiliki sebuah power supply dengan output besar tetapi juga dapat menghemat konsumsi power, Antec Neo HE 550 dapat dijadikan pilihan.

ASUS MATRIX ROG HD 4850

ASUS MATRIX ROG HD 4850




Baru Kedatangan barang nih....VGA seri lama sebetulnya tapi merupakan seri yang lumayan populer saat ATI HD 4850 series...tapi kali ini beda... VGA ini di design dengan design sendiri dari ASUS engeneering dan di namai ASUS MATRIX ROG HD 4850 sebetulnya VGA ini masih dalam tahap ES ( engeneering Sample ) jadi belum 100% fix tapi saya akan coba kemampuan nya terutama dalam segi overclockingnya....Thanks to ASUS INDONESIA yang udah kasih nih barang untuk testing...

Jaringan Komputer di Indonesia dan Perangkatnya

Jaringan Komputer di Indonesia dan Perangkatnya

Surat kabar, buku, radio dan telelvisi sudah merupakan bagian kehidupan sehari-hari bagi sebagian besar masyarakat Indonesia. Dengan bertambah canggihnya teknolgi mikroelektronika, Fax dan komputer akan mengambil porsi yang cukup besar dalam dunia informasi di Indonesia. Lima tahun yang lalu, nomor telepon di perkantoran yang khusus digunakan untuk fax masih sangat langka.



Saat ini, nomor telepon Fax sudah merupakanhal yang lazim digunakan di perkantoran. Hal ini menunjukkan bahwa informasi memegang peranan dalam beberapa bidang penting seperti bidang usaha, industri dan pendidikan. Kelancaran proses aliih informasi dan pengolahan data akan sangat membanu berkembangnya dunia usaha, industri dan pendidikan untuk banyak hal, proses alih informaaasi dan pengolahan data akan lebih cepat jika berlangsung antar komputer dibandingkan dengan fax. Bukan tidak mungkin, saluran khusus untuk komunikasi antar komputer (lebih dikenal sebagai jaringan komputer) merupakan hal yang lazim di masa mendatang.

Untuk memungkinkan komunikasi antar komputer, prasarana jaringan komputer yang meliputi wilayah luas perlu dikembangkan. Beberapa alternatif telah dicoba dikembangkan, seperti SKDP (PT Telkom) dan tak lama lagi di beberapa daerah kecil akan beroperasi sistem ISDN (juga dikelola oleh PT Telkom). Alternatif lain yang cukup menarik untuk dikaji adalah jaringan komputer paket radio yang saat ini digunakan oleh tidak kurang dari 2400 orang di seluruh Indonesia, dengan komposisi pengguna : 69% pengguna di perguruan tinngi, 18% pengguna di lembaga pemerintah, 4% pengguna di lembaga pemerintahan, 4% pengguna di lembaga swadaya masyarakat (LSM), dan 5% pengguna berada di industri/badan kooomersial.

Teknologi yang digunakan pada jaringan komputer, merupakan perkembangan teknologi SKDP (PT Telkom). Protokol AX.25 digunakan pada link layer, yang merupakan perkembangan protokol X.25 (SKDP). Diatas protokol AX.25 digunakan protokol/InterNet Protokol) yang memungkinkan integrasi berbagai jenis komputer ke dalam jaringan. Adapun aplikasi utama yang dijalankan dalam jaringan komputer ini adalah :

  • Surat elektronnik.
  • Diskusi / konferensi secara elektronik.
  • Pengiriman berkas / file secara elektronik
  • Akses pada distributed database.
  • Fasilitas talnet untuk kerja pada komputer yang berjauhan.
Satu hal yang membedakan aplikasi jaringan komputer dengan teknologi lainnya adalah tidak adanya batasan dimensi ruang & waktu. Sebagai contoh, diskusi / seminar / konferensi secara elektronikdapat berlangsung kapan saja, di mana saja bahkan tidak terikat pada batas-batas negara. Globalisasi sangat terasa dengan adanya jaringan komputer.

Pada kesempatan ini akan dibahas secara garis besar beberapa alternatif perangkat keras yang dapat digunakan di PaguyubaNet. Usaha-usaha yang tengah kami lakukan untuk membuat prototipe sederhana perangkat ini akan dilaporkan. Prototipe perangkat keras yang akan dikembangkan sangat sederhana sehingga mudah diadopsi oleh industri elektronika di Indonesia dan bahkan sebetulnya para hobby elektronnika dapat merakit sendiri dengan mudah. Akhirnya, pemikiran tentang standarisasi arsitektur jaringan akan diketengahkan.

Tabel 2
Tiga alternatif konfigurasi perangkat keras untuk mengkaitkan komputer mikro ke jaringan komputer wilayah luas menggunakan radio
komputer mikro terminal node controller radio
komputer mikro medan kecepatan tinggi radio
komputer mikro
I/O card
modem kecepatan tinggi radio

Alternatif perangkat keras untuk bergabung dalam PaguyubaNet secara umum dapat dibagi dalam tiga pilihan seperti tampak pada Tabel 2. Perbedaan utama alternatif satu dangan yang lain adalah pada perangkat keras perantara komputer mikro dengan radio. Tiap alternatif mempunyai kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

Pilihan pertama adalah konfigurasi yang umum digunakan oleh stasiun PaguyubaNet di Indonesia. Alternatif ini terdiri atas kombinasi komputer mikro-Terminal Node Controller ( TNC)-radio. Perangkat TNC yang digunakan umumnya dibeli dari luar negeri. Prosesor mikro dalam TNC menjalankan program yang mengatur tata cara komunikasi antar dua komputer dalam jaringan. Tata cara ini dikenal dengan sebutan AX.25. Selain prosesor mikro dalam TNC, terdapat rangkaian modem untuk memungkinkan pengiriman data menggunakan radio. TNC sudah dapat kita buat sendiri di ITB dengan biaya setengah dari harga jual TNC buatan luar negeri.

Penggunaan konfigurasi 1 memungkinkan pengkaitan bermacam-macam jenis komputer mikro dalam jaringan PaguyibaNet melalui perangkat TNC. Perangkat lunak yang digunakan dikenal sebagai Network Operating System (NOS) yang memungkinkan menjalankan TCP/IP sehingga bisa mengkaitkan network menggunakan radio dengan sistem jaringan lainnya. Perangkat NOS dapat diperoleh secara cuma-cuma dari kami di Computer Network Research Group, IUC Micro-electronics ITB.

Saat ini, jenis komppputer mikro yang umum digunakan di Indonesia adalah PC kompatibel. Melihat keseragaman jenis komputer mikro, maka rpogram AX.25 yang dijalankan dalam TNC sebetulnya dapat kita pindahkan ke komputer mikro. Cukup dengan menambahkan "medem berkecepatan rendah" (1200 bit per detik), komputer mikro dapat disambungkan ke PaguyubaNet seperti tampak pada alternatif 2. Modem kecepatan rendah ini sangat sederhana dan mudah dirakit oleh industri kecil elektronika bahkan oleh para hobby elektronika. Rangkaian untuk modem sederhana 1200bps sudah cukup luas dipublikasikan di Indonesia, seperti majalah InfoKomputer dan majalah Elektron. Beberapa industri kecil sudah mulai memproduksi modem ini dengan harga jual sekitar Rp 150.000/modem. Saat ini, modem 1200bps sederhana ini yang menjadi tulang punggung perkembangaan jaringan di Indonesia.

Alternatif terakhir (3) adalah konfigurasu stasiun paket radio untuk operasi kecepatan tinggi. Kecepatan modem yang tengah dijajaki adalah 56Kbps minimum (sekitar lima puluh kali lipat kecepatan yang digunakan pada alternatif 1 dan 2). Alternatif ini diperlukan untuk menyambung berbagai jaringan komputer lokal di gedung-gedung yang umumnya berkecepatan tinggi (sekitar 10Mbps). Juga sebagai tulang punggung saluran komunikasi data kecepatan tinggi antar kota. Pembuatan prototipe alternatif 3 tengah dijajaki oleh beberapa staff peneliti di jurusan Teknik Elektro ITB dengan mengadopsi teknologi di PaguyubaNet. Prototipe perangkat yang perlu dikembangkan adalah, card komunikasi khusus pada mikro komputer untuk bekerja pada kecepatan tinggi; Modem kecepatan tinggi; dan perangkat radio khusus yang mampu bekerja pada kecepatan tinggi. Proses perancangan dan perangkat-perangkat ini relatif cukup rumit dibandingkan dengan alternatif-alternatif sebelumnya. Walaupun demikian, kami yakin industri elektronika yang cukup besar seperti PT INTI, PT LEN Industri, PT Elektrindo Nusantara dan PT Elnisa mampu melakukan hal-hal ini dengan baik.

Tata cara komunikasi merupakan faktor penting pada pengkaitan jaringan komputer lokal digedung-gedung menggunakan alternatif 3. Pemilihan tata cara komunikasi dilakukan dengan memperhitungkan kompatibilitas dengan cara komnukasi yang umum digunakan. Saat ini, tata cara komunikasi TCP/IP merupakan standar yang digunakan di jaringan-jaringan komputer lokal di gedung-gedung. TCP/IP mulai dikembangkan sekitar sepuluh tahun lalu atas biaya angkatan bersenjata Amerika Serikat. TCP/IP mengatur pengkaitan berbagai komputer dalam jaringan yang terkait wilayah luas tanpa tergantung pada jenis saluran fisik yang digunakan. Keandalan jaringan diawasi secara seksama selama prosees komunikasi berlangsung. Berbagai penggunaan seperti pengiriman surat elektronis dan file antar komputer dapat dilakukan dengan mudah menggunakan TCP/IP. Jelas bahwa proses pengembangan jaringan komputer wilayah luas akan sangat dipermudah dengan mengadopsi tata cara komunikasi standar seperti TCP/IP.

TCP/IP saat ini tengah giat dipelajari dan dikembangkan antara lain di Computer Network Research Group, PAU Mikroelektronika ITB. Keterangan cukup lengkap, berupa buku dan file di disket komputer, source code perangkat TCP/IP dapat diperoleh secara non-komersial dari lembaga di atas. Perangkat lunak beserta source code (file program) TCP/IP untuk komputer mikro dapat diperoleh secara non-komersial untuk penggunaan di dunia pendidikan dan amatir radio. Pengambangan perangkat lunak ini tengah dilakukan di lembaga di atas untuk membuka kemungkinan pengkaitan jaringan komputer lokal di berbagai gedung perkantoran menggunakan radio.

Kami berharap tulisan ini dapat memberikan gambaran tentang perkembangan jaringan komputer di Indonesia maupun prospek bisnis khususnya dalam dunia elektronika.

Widow Seven

atau windows seven yang digadang-gadang oleh microsoft itu beberapa waktu yang lalu dipamerkan di Professional Developers Conference sebuah konferensi untuk para developer. Nah, pada even tersebut, dipamerkan dan di test kemempauannya. Berikut beberapa point penting dari pengujian tersebut.

Lebih Cepat dan Stabil daripada Vista

ini memiliki performa yang lebih stabil daripada windows vista. Seven juga lebih responsif dan lebih hemat dalam penggunaan baterei. Meskipun belum ada pernyataan resmi mengenai spesifikasi minimum untuk dapat menggunakan , namun Steve Sinofsky (apanya steve balmer ya..) menyatakan hanya membutuhkan alokasi memori minimal 1Gb saja.

Free Image Hosting At ImageCows.Net
Memilih Jaringan Wireless Hanya dengan 1 klik dari system tray

Ini dia salah satu fasilitas yang cukup penting dari . Langkah yang lebih praktis dalam memilih jaringan wireless. Hayoo ngaku siapa yang selama ini bingung untuk mengkoneksikan laptopnya ke wireless?? Harus masuk control panel lah, masuk ke network connection, dan seterusnya sebelum bisa konek ke jaringan wireless.

Akan ada peringatan jika ada yang berubah dengan komputer anda

Saya pernah mengalami kebingungan saat adik saya yang berumur 7 tahun bermain laptop saya dan menguninstall salah satu program yang biasanya saya pakai. Saya cari-cari kok gak ketemu ya.. Eh, ternyata udah di uninstall.. Nah,, fitur yang satu ini mencegah anda mengalami kebingungan dengan masalah seperti saya tadi. System akan melaporkan jika terjadi perubahan terhadap komputer anda. Anda akan mendapatkan peringatan saat system ada yang berubah dan anda juga bisa mensetting tingkat privasi tersebut. Mulai dari “tell me everything” sampai “don’t tell me squad”

Free Image Hosting At ImageCows.Net
Sidebar Hilang, Beterbangan

Salah satu hal yang membedakan windows vista dengan windows Xp adalah adanya sidebar. Sidebar ini berisi - dan aksesoris untuk komputer anda. Pada , sidebar ini hilang. Tapi, - tersebut tetap ada, bebas berkeliaran sesuai keinginan anda.

Free Image Hosting At ImageCows.Net
Library Akan Mengumpulkan System dengan Type yang sama

Saya pernah mengalami masalah dengan file saya yang berantakan di My Document. Saya bingung mencari sala satu file tugas kuliah yang harus segera dikumpulkan. Terpaksa saya harus mencarinya di semua folder yang ada di my document. Maklum, saya lupa dimana meletakkannya. Nah, masalah ini rupanya juga dipahami oleh pembuat . Fitur baru mereka antara lain adanya library yang akan mengorganisasikan dokument anda berdasarkan type. Tidak peduli letaknya dimana. Semua dokument pdf misalnya. sekalipun letaknya di D:/ di my Document, atau di manapun letaknya akan diorganisasikan oleh library widows 7.

Dan.. tentunya masih banyak fitur-fitur lain yang ada di windows seven. Hanya saja bagi anda yang telah memakai MAC atau LINUX, fitur-fitur tersebut ada yang sudah ada. Seperti - yang berkeliaran, fitur ini sudah ada di MAC (saya lupa seri mana yang pertama kali menawarkan fitur ini).

Windows 7

windows_7_1

1. Agar Lagu MP3 tetap utuh Windows 7 memiliki kelemahan di Windows Player 12 karena bug jahat yang dimilikinya. Bug ini otomatis akan menambahkan metadata yang hilang, termasuk album art. Masalahnya hal ini bisa mengakibatkan file tersebut tidak utuh lagi. Untuk memperbaikinya, install updatenya dari situs Microsoft.

2. Klik Kanan yang Makin Sakti * Klik kanan pada bagian kosong di desktop untuk mengatur resolusi layar, jadi tak perlu melalui display setting dulu. * Klik kanan pada ikon Explore di taskbar, untuk mengakses folder sistem yang umum digunakan seperti Documents, Pictures, dan lainnya dengan lebih cepat. * Sedangkan bila tidak ingin menggunakan Internet Explorer dan ingin memindahkannya dari taksbar, klik kanan saja pada ikon IE, lalu pilih “Unpin this program from the taskbar”, kemudian instal browser lain.

3. Jalan pintas (shortcut) pada keyboard * Alt+P: Untuk menampikan atau menyembunyikan tampilan jendela Explorer * Windows Logo+G: Menampilkan gadget di muka windows-windows lainnya * Windows Logo++ (tombol plus): Zoom in * Windows Logo+- (tombol minus): Zoom out * Windows Logo+Up: Memperbesar ukuran window * Windows Logo+Down: Memperkecil ukuran window * Windows Logo+Left: Bergerak menuju sisi kiri layar * Windows Logo+Right: Bergerak menuju sisi kanan layar * Windows Logo+Home: Meminimize/merestore window lain kecuali yang sedang ditampilkan

4. Mengatur UAC (User Account Control) Jengkel dengan banyaknya ‘peringatan’ (alert) seperti pada Windows Vista? Aturlah dengan langkah berikut: Start -> Control Panel -> Change User Account Control Settings.

5. Menulis Cakram Digital Windows 7 akhirnya menyediakan layanan untuk mem-’burn’ file ISO langsung ke bentuk CD atau DVD. Untuk memudahkannya, tinggal double klik pada file tersebut, pilih drive dengan disk kosong lalu klik Burn.

6. Akses video lebih cepat Klik kanan pada menu Start, lalu menuju Properties -> Start Menu -> Customize, dan set pilihan video pada “Display as a link”. Kini bisa mengakses folder video dengan langkah singkat. 7. Bagi Flickr Memiliki account di Flickr? Untuk mempercepat membukanya, kunjungilah situs I Started Something, kemudian downloadlah Connector-nya, lalu pilih Open. Dengan ini, “Flickr Search’ akan ditambahkan di folder Searches, pun bisa mencari foto lewat desktop . Gampang kan?

cara merakit komputer

Komponen perakit komputer tersedia di pasaran dengan beragam pilihan kualitas dan harga. Dengan merakit sendiri komputer, kita dapat menentukan jenis komponen, kemampuan serta fasilitas dari komputer sesuai kebutuhan.Tahapan dalam perakitan komputer terdiri dari:

A. Persiapan
B. Perakitan

C. Pengujian
D. Penanganan Masalah

rakit1.jpg

Persiapan

Persiapan yang baik akan memudahkan dalam perakitan komputer serta menghindari permasalahan yang mungkin timbul.Hal yang terkait dalam persiapan meliputi:

  1. Penentuan Konfigurasi Komputer
  2. Persiapan Kompunen dan perlengkapan
  3. Pengamanan

Penentuan Konfigurasi Komputer

Konfigurasi komputer berkait dengan penentuan jenis komponen dan fitur dari komputer serta bagaimana seluruh komponen dapat bekerja sebagai sebuah sistem komputer sesuai keinginan kita.Penentuan komponen dimulai dari jenis prosessor, motherboard, lalu komponen lainnya. Faktor kesesuaian atau kompatibilitas dari komponen terhadap motherboard harus diperhatikan, karena setiap jenis motherboard mendukung jenis prosessor, modul memori, port dan I/O bus yang berbeda-beda.

Persiapan Komponen dan Perlengkapan

Komponen komputer beserta perlengkapan untuk perakitan dipersiapkan untuk perakitan dipersiapkan lebih dulu untuk memudahkan perakitan. Perlengkapan yang disiapkan terdiri dari:

  • Komponen komputer
  • Kelengkapan komponen seperti kabel, sekerup, jumper, baut dan sebagainya
  • Buku manual dan referensi dari komponen
  • Alat bantu berupa obeng pipih dan philips

Software sistem operasi, device driver dan program aplikasi.

rakit2.jpg

Buku manual diperlukan sebagai rujukan untuk mengatahui diagram posisi dari elemen koneksi (konektor, port dan slot) dan elemen konfigurasi (jumper dan switch) beserta cara setting jumper dan switch yang sesuai untuk komputer yang dirakit.Diskette atau CD Software diperlukan untuk menginstall Sistem Operasi, device driver dari piranti, dan program aplikasi pada komputer yang selesai dirakit.

Pengamanan

Tindakan pengamanan diperlukan untuk menghindari masalah seperti kerusakan komponen oleh muatan listrik statis, jatuh, panas berlebihan atau tumpahan cairan.Pencegahan kerusakan karena listrik statis dengan cara:

  • Menggunakan gelang anti statis atau menyentuh permukaan logam pada casing sebelum memegang komponen untuk membuang muatan statis.
  • Tidak menyentuh langsung komponen elektronik, konektor atau jalur rangkaian tetapi memegang pada badan logam atau plastik yang terdapat pada komponen.

rakit3.jpg

Perakitan

Tahapan proses pada perakitan komputer terdiri dari:

  1. Penyiapan motherboard
  2. Memasang Prosessor
  3. Memasang heatsink
  4. Memasang Modul Memori
  5. memasang Motherboard pada Casing
  6. Memasang Power Supply
  7. Memasang Kabel Motherboard dan Casing
  8. Memasang Drive
  9. Memasang card Adapter
  10. Penyelesaian Akhir

1. Penyiapan motherboard

Periksa buku manual motherboard untuk mengetahui posisi jumper untuk pengaturan CPU speed, speed multiplier dan tegangan masukan ke motherboard. Atur seting jumper sesuai petunjuk, kesalahan mengatur jumper tegangan dapat merusak prosessor.

rakit4.jpg

2. Memasang Prosessor

Prosessor lebih mudah dipasang sebelum motherboard menempati casing. Cara memasang prosessor jenis socket dan slot berbeda.Jenis socket

  1. Tentukan posisi pin 1 pada prosessor dan socket prosessor di motherboard, umumnya terletak di pojok yang ditandai dengan titik, segitiga atau lekukan.
  2. Tegakkan posisi tuas pengunci socket untuk membuka.
  3. Masukkan prosessor ke socket dengan lebih dulu menyelaraskan posisi kaki-kaki prosessor dengan lubang socket. rapatkan hingga tidak terdapat celah antara prosessor dengan socket.
  4. Turunkan kembali tuas pengunci.

rakit5.jpg

Jenis Slot

  1. Pasang penyangga (bracket) pada dua ujung slot di motherboard sehingga posisi lubang pasak bertemu dengan lubang di motherboard
  2. Masukkan pasak kemudian pengunci pasak pada lubang pasak

Selipkan card prosessor di antara kedua penahan dan tekan hingga tepat masuk ke lubang slot.

rakit6.jpg

3. Memasang Heatsink

Fungsi heatsink adalah membuang panas yang dihasilkan oleh prosessor lewat konduksi panas dari prosessor ke heatsink.Untuk mengoptimalkan pemindahan panas maka heatsink harus dipasang rapat pada bagian atas prosessor dengan beberapa clip sebagai penahan sedangkan permukaan kontak pada heatsink dilapisi gen penghantar panas.Bila heatsink dilengkapi dengan fan maka konektor power pada fan dihubungkan ke konektor fan pada motherboard.

rakit16.jpg

4. Memasang Modul Memori

Modul memori umumnya dipasang berurutan dari nomor socket terkecil. Urutan pemasangan dapat dilihat dari diagram motherboard.Setiap jenis modul memori yakni SIMM, DIMM dan RIMM dapat dibedakan dengan posisi lekukan pada sisi dan bawah pada modul.Cara memasang untuk tiap jenis modul memori sebagai berikut.

Jenis SIMM

  1. Sesuaikan posisi lekukan pada modul dengan tonjolan pada slot.
  2. Masukkan modul dengan membuat sudut miring 45 derajat terhadap slot
  3. Dorong hingga modul tegak pada slot, tuas pengunci pada slot akan otomatis mengunci modul.

rakit7.jpg

rakit8.jpg

Jenis DIMM dan RIMM

Cara memasang modul DIMM dan RIMM sama dan hanya ada satu cara sehingga tidak akan terbalik karena ada dua lekukan sebagai panduan. Perbedaanya DIMM dan RIMM pada posisi lekukan

  1. Rebahkan kait pengunci pada ujung slot
  2. sesuaikan posisi lekukan pada konektor modul dengan tonjolan pada slot. lalu masukkan modul ke slot.
  3. Kait pengunci secara otomatis mengunci modul pada slot bila modul sudah tepat terpasang.

rakit9.jpg

rakit10.jpg

5. Memasang Motherboard pada Casing

Motherboard dipasang ke casing dengan sekerup dan dudukan (standoff). Cara pemasangannya sebagai berikut:

  1. Tentukan posisi lubang untuk setiap dudukan plastik dan logam. Lubang untuk dudukan logam (metal spacer) ditandai dengan cincin pada tepi lubang.
  2. Pasang dudukan logam atau plastik pada tray casing sesuai dengan posisi setiap lubang dudukan yang sesuai pada motherboard.
  3. Tempatkan motherboard pada tray casing sehinga kepala dudukan keluar dari lubang pada motherboard. Pasang sekerup pengunci pada setiap dudukan logam.
  4. Pasang bingkai port I/O (I/O sheild) pada motherboard jika ada.
  5. Pasang tray casing yang sudah terpasang motherboard pada casing dan kunci dengan sekerup.

rakit11.jpg

6. Memasang Power Supply

Beberapa jenis casing sudah dilengkapi power supply. Bila power supply belum disertakan maka cara pemasangannya sebagai berikut:

  1. Masukkan power supply pada rak di bagian belakang casing. Pasang ke empat buah sekerup pengunci.
  2. HUbungkan konektor power dari power supply ke motherboard. Konektor power jenis ATX hanya memiliki satu cara pemasangan sehingga tidak akan terbalik. Untuk jenis non ATX dengan dua konektor yang terpisah maka kabel-kabel ground warna hitam harus ditempatkan bersisian dan dipasang pada bagian tengah dari konektor power motherboard. Hubungkan kabel daya untuk fan, jika memakai fan untuk pendingin CPU.

rakit12.jpg

7. Memasang Kabel Motherboard dan Casing

Setelah motherboard terpasang di casing langkah selanjutnya adalah memasang kabel I/O pada motherboard dan panel dengan casing.

  1. Pasang kabel data untuk floppy drive pada konektor pengontrol floppy di motherboard
  2. Pasang kabel IDE untuk pada konektor IDE primary dan secondary pada motherboard.
  3. Untuk motherboard non ATX. Pasang kabel port serial dan pararel pada konektor di motherboard. Perhatikan posisi pin 1 untuk memasang.
  4. Pada bagian belakang casing terdapat lubang untuk memasang port tambahan jenis non slot. Buka sekerup pengunci pelat tertutup lubang port lalumasukkan port konektor yang ingin dipasang dan pasang sekerup kembali.
  5. Bila port mouse belum tersedia di belakang casing maka card konektor mouse harus dipasang lalu dihubungkan dengan konektor mouse pada motherboard.
  6. Hubungan kabel konektor dari switch di panel depan casing, LED, speaker internal dan port yang terpasang di depan casing bila ada ke motherboard. Periksa diagram motherboard untuk mencari lokasi konektor yang tepat.

rakit13.jpg

rakit14.jpg

rakit15.jpg

8. Memasang Drive

Prosedur memasang drive hardisk, floppy, CD ROM, CD-RW atau DVD adalah sama sebagai berikut:

  1. Copot pelet penutup bay drive (ruang untuk drive pada casing)
  2. Masukkan drive dari depan bay dengan terlebih dahulu mengatur seting jumper (sebagai master atau slave) pada drive.
  3. Sesuaikan posisi lubang sekerup di drive dan casing lalu pasang sekerup penahan drive.
  4. Hubungkan konektor kabel IDE ke drive dan konektor di motherboard (konektor primary dipakai lebih dulu)
  5. Ulangi langkah 1 samapai 4 untuk setiap pemasangan drive.
  6. Bila kabel IDE terhubung ke du drive pastikan perbedaan seting jumper keduanya yakni drive pertama diset sebagai master dan lainnya sebagai slave.
  7. Konektor IDE secondary pada motherboard dapat dipakai untuk menghubungkan dua drive tambahan.
  8. Floppy drive dihubungkan ke konektor khusus floppy di motherboard

Sambungkan kabel power dari catu daya ke masing-masing drive.

rakit17.jpg

9. Memasang Card Adapter

Card adapter yang umum dipasang adalah video card, sound, network, modem dan SCSI adapter. Video card umumnya harus dipasang dan diinstall sebelum card adapter lainnya. Cara memasang adapter:

  1. Pegang card adapter pada tepi, hindari menyentuh komponen atau rangkaian elektronik. Tekan card hingga konektor tepat masuk pada slot ekspansi di motherboard
  2. Pasang sekerup penahan card ke casing
  3. Hubungkan kembali kabel internal pada card, bila ada.

rakit18.jpg

10. Penyelessaian Akhir

  1. Pasang penutup casing dengan menggeser
  2. sambungkan kabel dari catu daya ke soket dinding.
  3. Pasang konektor monitor ke port video card.
  4. Pasang konektor kabel telepon ke port modem bila ada.
  5. Hubungkan konektor kabel keyboard dan konektor mouse ke port mouse atau poert serial (tergantung jenis mouse).
  6. Hubungkan piranti eksternal lainnya seperti speaker, joystick, dan microphone bila ada ke port yang sesuai. Periksa manual dari card adapter untuk memastikan lokasi port.

rakit19.jpg

Pengujian

Komputer yang baru selesai dirakit dapat diuji dengan menjalankan program setup BIOS. Cara melakukan pengujian dengan program BIOS sebagai berikut:

  1. Hidupkan monitor lalu unit sistem. Perhatikan tampilan monitor dan suara dari speaker.
  2. Program FOST dari BIOS secara otomatis akan mendeteksi hardware yang terpasang dikomputer. Bila terdapat kesalahan maka tampilan monitor kosong dan speaker mengeluarkan bunyi beep secara teratur sebagai kode indikasi kesalahan. Periksa referensi kode BIOS untuk mengetahui indikasi kesalahan yang dimaksud oleh kode beep.
  3. Jika tidak terjadi kesalahan maka monitor menampilkan proses eksekusi dari program POST. ekan tombol interupsi BIOS sesuai petunjuk di layar untuk masuk ke program setup BIOS.
  4. Periksa semua hasil deteksi hardware oleh program setup BIOS. Beberapa seting mungkin harus dirubah nilainya terutama kapasitas hardisk dan boot sequence.
  5. Simpan perubahan seting dan keluar dari setup BIOS.

Setelah keluar dari setup BIOS, komputer akan meload Sistem OPerasi dengan urutan pencarian sesuai seting boot sequence pada BIOS. Masukkan diskette atau CD Bootable yang berisi sistem operasi pada drive pencarian.

Penanganan Masalah

Permasalahan yang umum terjadi dalam perakitan komputer dan penanganannya antara lain:

  1. Komputer atau monitor tidak menyala, kemungkinan disebabkan oleh switch atau kabel daya belum terhubung.
  2. Card adapter yang tidak terdeteksi disebabkan oleh pemasangan card belum pas ke slot/

LED dari hardisk, floppy atau CD menyala terus disebabkan kesalahan pemasangan kabel konektor atau ada pin yang belum pas terhubung. Selamat Mencoba dan Semoga Bermanfaat.

Total Pageviews

My Twitter

Tanggal Gajihan

Template by - Abdul Munir - 2008 - layout4all